JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) menargetkan kenaikan pendapatan sepanjang 2010 sekitar 12-17% dibandingkan realisasi tahun lalu. Pendapatan diperkirakan berkisar Rp 1,45-1,52 triliun.
Dirut Duta Graha Dudung Purwadi mengatakan, perseroan optimis pertumbuhan kinerja keuangan direalisasikan tahun ini. Hal itu ditopang peningkatan anggaran pemerintah untuk proyek infrastruktur sekitar Rp 97 triliun. “Proyek pemerintah akan menjadi andalan percepatan pembangunan ekonomi,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily di Jakarta, Minggu (7/2).
Membaiknya kondisi perekonomian dunia dan Indonesia dibandingkan tahun lalu bakal menunjang kinerja keuangan perseroan tahun ini. Akhir Januari lalu, International Monetary Fund (IMF) merevisi pertumbuhan ekonomi dunia 2010 dari 3,1% menjadi 3,9%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia direvisi dari 4,8% menjadi 5,5%, karena kenaikan pertumbuhan kredit, investasi, serta ekspor menjelang akhir 2009.
Dia menjelaskan, saat ini, perseroan tengah mengikuti beberapa tender konstruksi, seperti proyek PEC, yang berlangsung sejak tahun lalu. Keputusan pemenang tender akan direalisasikan akhir Februari ini.
Adapun sepanjang 2009, perseroan mencetak kontrak baru sebanyak Rp 1,8 triliun atau tumbuh 20% dibandingkan 2008. Menurut Dudung, perolehan kontrak baru tahun lalu melampaui target yang ditetapkan perseroan, yakni Rp 1,7 triliun.
Duta Graha berhasil membukukan total proyek tahun lalu senilai Rp 3,3 triliun. Perolehan kontrak baru pada kuartal IV-2009 mencapai Rp 800 miliar.
Menyangkut total kontrak baru tahun ini, Dudung mengatakan, Duta Graha mengincar proyek baru senilai Rp 2 triliun. Proyek-proyek ini akan sejalan dengan segmen perseroan, khususnya pembangunan infrastruktur di daerah yang ditawarkan pemerintah.
Sekretaris Perusahaan Duta Graha Indah Djohan Halim sebelumnya mengatakan, saat ini, pihaknya gencar membidik proyek infrastruktur pemerintah, seperti gedung pemerintahan, rumah sakit, jalan dan lainnya. Meskipun nilai tergolong kecil.
Selain menggarap proyek konstruksi di dalam negeri, perseroan juga sedang menjajaki kontrak proyek di luar negeri. Salah satunya, tender tiga proyek milik pemerintah Brunei Darussalam.
<Bergabunglah dengan Broker Saham eTrading Securities,
The Most Powerfull Online Stocks Trading Gallery> |