Home

eTrading Securities

The Most Popular Online Stock Trading System

Menu Online Trading

  • News
  • Rumor
  • Ranking Stock
  • Research
  • Join
  • Downloads
    • Home
    • Contact
    • Help

Rumor:

BCA Finance Minati CFIN
2010-03-11 06:51
BCA Finance dikabarkan tertarik membeli 54% saham PT Clifan Finance Indonesia Tbk (CFIN) milik PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), pada book value Rp 475. Harga saham CPIN saat ini masih murah mengingat price to earnings ratio (PER)-nya baru 3,9 kali dan price to book value (PBV)-nya 0,49 kali. CFIN bergerak flat pada level Rp 245 kemarin.
*
Spinnaker Akan Beli UNSP
2010-03-11 06:38
Spinnaker Captial Group, lembaga keuangan raksasa dari Inggris, dikabarkan akan membeli sham rights issue PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP). Rencana itu diperkirakan memuluskan Bakrie Plantation guna membeli PT Domba Mas Group akhir Maret 2010. Pada perdagangan Rabu (10 Mar), sham UNSP menguat Rp 20 (4%) ke posisi Rp 250.
*

Tips of the day

Wednesday, March 10, 2010 - 09:21
GGRM (26850) - Buy
Resistance: 28000
support: 26450
 
INCO (4000) - Buy
Resistance: 4150
support: 3900
 
INDF (3850) - Hold
Resistance: 3950
support: 3725
 
TINS (2250) - Sell
 
-

Account Executives

Telp 021 6120118
YM: Any question about HOTS and your account, click here.

Top News

Adhi Karya Garap 5 Proyek
2010-03-11 07:53
ELTY Bidik Pendatapan Naik 30% di 2010
2010-03-11 07:50
Antisipasi 'Profit Taking' Saham Unggulan
2010-03-11 06:44
Laba Bersih BW Plantation Naik 39,78%
2010-03-10 16:29
Bakrieland Melalui BLD Investments Terbitkan Obligasi US$ 150 juta
2010-03-10 15:04

Navigation

  • Feed aggregator

User login

  • Create new account
  • Request new password
Customer Service  
Call 021 6120118
   YM Any question about HOTS and your account, click here.        

Kamis, 11 Mar 2010

Prediksi IHSG

eTrading
Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 13 poin (0,49%) ke posisi 2670 pada peerdagangan Rabu 10 Maret. Investor asing masih melanjutkan pembelian saham (net buying) Rp 363 miliar terutama di saham-saham unggulan. Dilihat dari mementum indikator yang masih belum menunjukan tanda penurunan, kami memperkirakan perdagangan indeks bergerak pada kisaran 2640 - 2690. Saham yang patutu dicermati CPIN, PGAS, dan UNSP.

Trimegah
Di tengan minimnya sentimen domestik dan regional, IHSG kemarin mampu bergerak flat ke area yang positif. Investor patut mewaspadai aksi profit taking pada perdagangan hari ini, mengingat indikator teknikal stochastic dari beberapa saham unggulan telah berada di area jenuh beli (overbought). Indeks diperkirakan bergerak pada kisaran 2645 - 2690.

Finan
Indeks diperkirakan bergerak pada kisaran 2654 - 2700 pada hari ini. Setelah menguat empat hari dari Jumat 5 Maret pekan lalu, IHSG menjadi rawan profit taking. Sementara itu, arah penutupan indeks regional semalam bisa berpengaruh ke pergerakan indeks. Saham yang perlu dicermati dari sektor pertambangan dan perkebunan, seperti PTBA, ANTM, dan TINS.

Kresna
IHSG ada pada titik resistance 2670 dan rawan profit taking setalah mengalami kenaikan selama empat hari berturut-turut. Posisi indikator stochastic indeks yang di area overbought di 97,5 dan indeks di batas atas bollinger bands akan menjadi penahan penguatan lebih lanjut. Trading range untuk hari ini berkisar 2643 - 2689. Rekomendasi buy on weakness saham PTBA, TLKM, dan BBRI.

Valbury
Net beli bersih investor asing Rp 367 miliar kemarin mengindikasikan penguatan indeks hari ini ke level 2690 dengan saham pilihan INDF, PGAS, an SMGR.

Samuel
Hari ini IHSG berpeluang menguat dan menguji level resistance 2690. Penguatan terbatas dengan melihat RSI akan memasuki daerah jenuh beli. Saham pilihan: INCO, SMGR, dan INTP.

Sinarmas
Setelah kali ketiga IHSG rally, diperkirakan hari ini IHSG rentan aksi ambil untung. Kisaran IHSG 2636 - 2688.
Jual: AALI. Beli: INDF, BUMI, SMCB.

-

Breaking News

Adhi Karya Garap 5 Proyek
Thu,2010-Mar-11
ELTY Bidik Pendatapan Naik 30% di 2010
Thu,2010-Mar-11
Antisipasi 'Profit Taking' Saham Unggulan
Thu,2010-Mar-11
Laba Bersih BW Plantation Naik 39,78%
Wed,2010-Mar-10
Bakrieland Melalui BLD Investments Terbitkan Obligasi US$ 150 juta
Wed,2010-Mar-10

Top Ranking Stocks

Top Frequent
Top Value
Top Volume
Top Loser In Percent
Top Loser In Rupiah
Top Gainer In Percent
Top Gainer In Rupiah
 

Disclaimer
Semua isi dalam web ini, baik berupa tulisan, data, grafik, chart, dsb bukan merupakan ajakan membeli/menjual suatu saham atau instrumen investasi lainnya. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI ADALAH TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK MODAL.

BUMI Tertekan, Beli Jangka Panjang

Submitted by Yani on Mon, 2010-02-08 09:40
Date: 
2010-02-08 09:07
Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (7/2) diprediksikan masih tertekan seiring koreksi harga batubara dan potensi negatifnya sentimen market. Long term buy BUMI!

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan potensi kembali tertekannya saham BUMI hari ini salah satunya karena faltor koreksi harga batubara internasional ke level US$60-65 per metrik ton.

Hal ini menyusul pelemahan harga minyak mentah dunia ke level US$71 per barel . “Karena itu, BUMI akan mengarah ke level support Rp2.300-2.200 dan Rp2.500 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (7/2).

Pada perdagangan Jumat (5/2), saham BUMI ditutup melemah Rp125 (4,85%) menjadi Rp2.450 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.575. Harga tertingginya mencapai Rp2.475 dan terendahnya Rp2.400. Volume transaksi mencapai 236,1 juta unit saham senilai Rp575,8 triliun dan frekuensi 7.853 kali.

Di sisi lain, lanjut Irwan sentimen market yang negatif akan memperparah pelemahan BUMI. Sebab, pekan lalu rilis data ekonomi yang buruk di AS yaitu pengangguran yang masih tinggi di level 10%. Padahal, pemerintah Obama juga sebelumnya sudah memperketat gerak perbankan dengan membatasi pendanaan pada hedge fund dan private equity fund.

Akibatnya, indeks Dow Jones sempat jatuh dan tembus ke level 9.800. Karena itu, sentimen dari regional masih negatif sehingga akan memicu koreksi di bursa-bursa regional termasuk pasar domestik.

Hal ini masih terpengaruh negatif juga oleh kebijakan pengetatan likuiditas di China yang menaikan capital reserve ratio atau Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 16% untuk perbankan. “Karena itu, pasar masih bersikap wait and see atas perkembangan market berikutnya,” timpalnya.

Akibatnya, kapitalisasi market pun saat ini sangat tipis. Bahkan bukan hanya di pasar modal, di pasar uang dan komoditas pun nilai transaksi relatif sepi. “Dalam kondisi ini, pelaku pasar ketakutan sehingga melakukan aksi jual karena takut jatuh lebih dalam,” tukasnya.

Karena itu, saham sejuta umat ini pun akan tertekan. Namun, menurut Irwan justru dalam kondisi inilah saatnya bagi investor untuk melakukan aksi beli atas BUMI. Sebab, setelah menyentuh level Rp2.200, secara teknikal saham ini akan kembali menguat.

Penguatan BUMI selanjutnya dipicu oleh ekspektasi membaiknya laporan keuangan perseroan kuartal keempat 2009 pada pertengahan Februari ini atau sekitar pekan depan, dan laporan keuangan untuk kuartal pertama di 2010 ini.

Sementara itu, dari sisi korporasi menurutnya belum ada hal-hal yang berpengaruh pada pergerakannya. Sebab, belum ada aksi korporasi baru. “Isunya sih rights issue, tapi sampai saat ini belum ada kepastian. Itu juga akan menyedot likuditas di market,” ucapnya.

Di atas semua itu, Irwan merekomendasikan beli untuk jangka panjang. Paling tidak, hingga akhir kuartal pertama tahun ini ditargetkan Rp3.000 untuk BUMI. “Pasar saat ini harus menghindari bermain margin atau spekulatif. Lebih baik beli karena ada potensi menguat kembali,” pungkasnya.

<Bergabunglah dengan  Broker Saham eTrading Securities,
The Most Powerfull Online Stocks Trading Gallery>

 

PT eTrading Securities
Mangga Dua Gallery and Training Centre
Ruko Harco Mangga Dua Blok H/12A
Telp: 021 6120118   Fax: 021 6262258
e-mail: etrading01@yahoo.com
Home | News | Rumor | Market Data | Research | Join | Downloads | About Us
HOTS (R)
Home and Office Trading System
Copyrights of  PT eTrading Securities
RoopleTheme