IHSG Sesi I Menguat di Tengah Sepinya Transaksi
Investor masih wait and see bertransaksi. Perdagangan berlangsung sepi namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (14/6) sesi I berhasil menguat 18,34 poin (0,65%) ke level 2.820,24.
Volume perdagangan hingga akhir sesi pertama ini masih sangat tipis yakni 1,2 miliar saham senilai Rp792,5 miliar. Pergerakan indeks diwarnai dengan 112 saham naik, 64 saham masih mengalami pelemahan dan 67 saham tercatat stagnan. Indeks saham JII naik 4 poin ke 448,51 dan indeks saham LQ45 naik 4 poin ke 544,82.
Sentimen bursa global dan regional masih mampu menopang indeks di tengah lesunya transaksi. Bursa Asia pada perdagangan Senin (14/6) dibuka melonjak, menyusul keuntungan di Wall Street pada akhir pekan lalu. Menurut salah seorang analis pasar modal, sebenarnya investor masih khawatir terhadap krisis utang di Eropa. Sehingga mereka memilih menunggu sambil mengamati bursa regional. "Ini juga terkait musim Piala Dunia Sepakbola yang seperti tahun-tahun sebelumnya selalu terjadi transaksi yang tipis," paparnya.
Adapun saham-saham yang naik adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp500 ke Rp32.200, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp250 ke Rp13.200, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp200 ke Rp16.300, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) naik Rp200 ke Rp7.600, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp150 ke Rp35.050.
Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Multi Bintang Indonesia (MLBI) turun Rp1.000 ke Rp169.000, United Tractors (UNTR) turun Rp200 ke Rp17.800, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp200 ke Rp20.100, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp150 ke Rp5.300, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp100 ke Rp5.500.
Beberapa perusahaan sekuritas masih memberikan rekomendasi positif untuk sejumlah saham. Seperti Samuel Securities yang merekomendasikan beli untuk saham PT United Tractors (UNTR) dipicu telah ditandatanganinya perjanjian jual beli akuisisi 60% saham PT Agung Bara Prima pada 9 Juni 2010.
PT Agung Bara Prima merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang tambang batu bara. Belum disebutkan nilai akuisisi, jumlah cadangan batubara dan kapasitas produksi tambang tersebut. Selain UNTR, Samuel Securities juga memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Telkom dan hold untuk PT Bakrie Telecom (BTEL). Hal ini terkait kabar belum adanya kesepakatan mengenai pembagian porsi kepemilikan di PT Bakrie Telecom (BTEL) pasca penawaran umum.
Presdir PT Bakrie Telecom (BTEL) dikabarkan menginginkan porsi masing-masing 50%, namun Telkom ingin menjadi pemegang saham mayoritas (di atas 51%). Menurut manajemen PT Bakrie & Brothers (BNBR), induk usaha BTEL, proses penggabungan kedua perusahaan ini akan selesai sebelum akhir tahun ini.
TLKM berencana membagikan dividen 50% dari laba, atau Rp5,66 triliun. Dividen yang akan dibagikan pada 26 Juli 2010 adalah Rp261/saham, yield 3.3% (sudah dikurangi dividen interim. "Kami merekomendasikan buy untuk saham TLKM dan hold untuk BTEL," ujar Samuel Securities dalam ulasan pasarnya, Senin (14/6).










