Saham BUMI Masih di Area Beli
Rencana right issue Bumi Resources (BUMI) akan memberikan dampak positif karena akan mengurangi beban utang dari 4 kali equity menjadi 2 kali equity. Saat ini saham BUMI masih layak beli sebelum pengumuman harga right diumumkan perseroan.
Hal itu dikatakan analis senior HD Capital Yuganur Wijanarko, Senin (14/6). "Sebenarnya rencana right BUMI memberikan sentimen positif karena beban utang BUMI akan berkurang dari 4x equity menjadi 2x equity. Walaupun rencana ini masih simpang siur dengan perubahan harga right di 2.300 menjadi 1.880," katanya.
Saat ini BUMI membayar utang ke China Investment Corporation (CIC) dengan bunga 20% dari pertumbuhan laba 24%. Dengan demikian keuntungan BUMI tinggal 4% per tahun. Dengan perhitungan tersebut, price earning ratio (PER) BUMI dari 10 kali menjadi 14 kali. "Untuk itu, saham BUMI saat ini masih rekomendasi beli sebelum harga right diumumkan yang diperkirakan akan menuju ke 2.000. Tapi setelah harga right diumumkan maka rekomendasi jual," katanya.
Sementara tentang tidak beroperasinya pabrik Arutmin salah satu anak usaha BUMI, tidak berpengaruh ke saham. Sebab itu hanya sebagian kecil dari korporat BUMI yang besar. Investor masih terfokus pada perkembangan informasi soal utang dan laporan keuangan BUMI. "Ibarat sebuah rumah tangga, itu (insiden Arutmin) hanya bagian kecil saja," jelasnya.
Pada penutupan sesi I hari ini, saham BUMI ditutup naik Rp10 ke Rp1.810 dengan volume 38.286 unit saham senilai Rp34,75 miliar sebanyak 685 kali transaksi.










