Saham Bank Masih Merangsang
Gara-gara kenaikan TDL, inflasi berpotensi untuk meningkat. Tapi, para pelaku pasar yakin, ini tidak akan sampai mengganggu kinerja emiten perbankan.
Soalnya, kalau pun naik, inflasi masih berada di koridor aman. Apalagi, selama beberapa bulan terkahir, angka yang terbentuk berada dalam teritori rendah. Setelah Mei lalu mencatatkan angka 0,29%, total sepanjang lima bulan pertama tahun ini tingkat inflasi baru mencapai 1,44% atau 4,16% year on year.
"Taruhlah karena kenaikan TDL inflasi mencapai 0,5%. Itu masih aman," kata seorang analis. Itu berarti, kesempatan bank untuk menekan tingkat suku bunga masih cukup terbuka. Inilah yang membuat bisnis lembaga keuangan menjadi cerah.
Ditambah lagi, perbankan nasional yang lebih banyak berorientasi ke pasar domestik, juga terbukti cukup tahan terhadap imbas dari krisis yang terjadi di Eropa dan AS. Sehingga, tak banyak hambatan yang dihadapi bankir dalam mengembangkan usahanya.
Makanya, tidak mengherankan jika beberapa hari lalu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad begitu yakin pertumbuhan kredit bakal melesat melebihi target (17-20%). Menurut Muliaman, angka itu mesti direvisi menjadi 20-22%. Jadi saham bank perlu segera ditabrak? Jelas. Menurut beberapa analis yang wawancarai ada tiga saham dari sektor ini yang patut dikoleksi.
Yang pertama adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Di antara efek sejenis, BBRI masih tergolong murah lantaran baru memilikik PE (price earnings) 15 kali. Sementara PE Bank Mandiri (BMRI) sudah 17 kali dan PT Bank Central Asia (BBCA) 20 kali. Dengan kondisi tersebut, dalam jangka pendek, BBRI diproyeksikan akan mencapai harga Rp13.200 per lembar.
Pilihan berikutnya adalah BMRI. Bank terkaya ini juga diyakini akan mampu mendongkrak kreditnya hingga 25% tahun ini. Sehingga target laba Rp8,6 triliun akan tercapai. BMRI, yang pekan lalu berada di leval Rp6.000 (25/6) diperkirakan masih mampu menguat ke kisaran Rp6.900.
Saham ketiga yang direkomendasikan analis adalah BBCA. Diduga kuat, bank yang dilahirkan Taipan Liem Sioe Liong ini akan mampu mendongkrak kucuran kreditnya hingga 20%. Sahamnya berpotensi menuju harga wajar di kisaran Rp6.400. Tertarik? Jangan takut untuk mencoba, sebab tiga saham ini merupakan efek yang tahan banting.










